Selamat Datang di Blog Triana , Semoga bermanfaat;) :)

Rabu, 22 Mei 2013

Jenis - Jenis Pendidikan Karakter



  Jenis-jenis Pendidikan Karakter
       Ada 4 jenis pendidikan karakter yang selama ini dikenal dan dilaksanakan antara lain :
1.      Pendidikan karakter berbasis nilai religius, yang merupakan kebenaran wahyu Tuhan ( Konservasi Moral )
2.      Pendidikan karakter berbasis nilai budaya, antara lain yang berupa budi pekerti, Pancasila, apresiasi sastra, serta keteladanan tokoh-tokoh sejarah dan para pemimpin bangsa (Konservasi Budaya)
3.      Pendidikan karakter berbasis lingkungan ( Konservasi Lingkungan )
4.      Pendidikan karakter berbasis potensi diri, yaitu sikap pribadi, hasil proses kesadaran pemberdayaan potensi diri, yaitu sikap pribadi, hasil meningkatkan kualitas pendidikan ( Konservasi Human’s)
                 Pendidikan karakter berbasis potensi diri adalah proses kegiatan yang dilakukan dengan segala daya upaya secara sadar dan terencana untuk mengarahkan anak didik agar mereka mampu mengatasi diri melalui kebebasan dan penalaran serta mengembangkan serta potensi diri yang dimiliki anak didik.
Pendidikan karakter berbasis potensi diri memiliki beberapa kelebihan. Berikut beberapa kelebihan tersebut:
a.       Proses kegiatan pendidikan karakter berbasis potensi dilakukan dengan segala daya upaya. Artinya, dalam proses pendidikan karakter berbasis potensi diri, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar yang menyampaikan materi, tetapi juga sebagai inspirator, inisiator fasilitator, mediator, supervisor, evaluator, teman (friend) sekaligus pembimbing (konselor), lebih matang (older), otoritas akademik (authority in field), pengasuh (nurturer), dan sepenuh hati dengan cinta dan kasih sayang (devoted).
b.      Anak didik mampu mengatasi diri. Artinya, ia mampu bersikap mandiri, mampu mengatasi segala problem hidup seperti problem keuangan, perkuliahan, kesehatan, pribadi (emosi), keluarga, pengisian waktu senggang, serta agama dan akhlak.
c.       Kebebasan merupakan satu kondisi dan situasi merdeka. Tidak ada tekanan dari siapapun dan dari pihak manapun. Bebas menyatakan pendapat, melakukan aktivitas dan berkeyakinan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan Negara, serta tidak merugikan siapapun.
d.      Penalaran. Ini merupakan kemampuan berpikir yang benar dan teruji kebenarannya, yaitu kemampuan berfikir logis dan analitis. Berpikir logis merupakan kemampuan menganalisasikan pernyataan-pernyataan khusus (logika induktif melalui pengamatan empiris) atau menyimpulkan pernyataan umum atau khusus (logika deduktif melalui cara berpikir rasional). 
e.       Segala potensi anak didik. Artinya, setiap anak didik bersifat unik. Mereka memiliki potensi terpendam. Dalam proses pendidikan karakter, semua potensi yang dimiliki anak didik digali dan diberdayakan untuk bekal hidup mereka. Potensi diri dimiliki oleh setiap manusia yang normal. Potensi diri sangat banyak, antara lain etos belajar, idealisme pendidikan, mind wapping (penataan informasi agar mudah diakses), multiple intelligence (kecerdasan ganda), publik speaking (ketrampilan berbicara didepan umum) effective thinking (pola berpikir efektif), editing (penyuntingan karangan), brainstorming pelaksanaan model pembelajaran kooperatif (MPKTK), strategi pemberdayaan potensi mahasiswa, lesson study (pengamatan pembelajaran di kelas), serta informasi and communication technology ( ICT ).
Jenis pendidikan karakter ini menjadikan pendidikan senantiasa hidup di level individu, sosial, lingkungan, peradaban dan agama. Keempat level ini akan menyempurnakan dan melesatkan individu ke jalur kemenangan dahsyat yang tidak diprediksi sebelumnya, karena mengalami kecepatan luar biasa dalam hidupnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar